Love – The Solution

Masih adakah Cinta?

June 13, 2007 · Leave a Comment

Masih adakah Cinta?

Rabu pagi (23/05/2007) aku terlambat ke kantor karena Trans TV menayangkan dalam Cerita Pagi beberapa berita mengenai anak-anak yang dianiaya secara fisik oleh orang tua mereka sendiri. Sampai ada yang meninggal. Kita diingatkan pula oleh kejadian tragis pada tahun 1984 pada saat Arie Hanggara disiksa sampai tewas oleh orang tuanya. Tanpa disadari mataku berlinang menyaksikan berita yang begitu mengerikan. Sudah begitu biadabkah kita manusia sehingga darah daging kita sendiri yang tak berdaya disiksa dan dibunuh. What’s happening, hatiku bertanya.
Saat menyaksikan cerita pagi ini sempat terlintas di benakku kekejaman yang pernah aku lakukan sendiri terhadap anak-anakku karena amarah (gelap mata). Hanya karena buah hatiku menangis-nangis terus dan tidak mau menuruti keinginan ayahnya. Kesadaranku hilang waktu dikuasai amarah. Di depan televisi hati menjerit, aku menangis tersedu-sedu dan mohon ampunan Rabbku, Penguasa Alam Semesta, dan memohon diberikan taufik dan kesabaran supaya aku tidak lagi melakukan itu.
Memang, bila emosi negatif (setan) menguasai diri manusia ia berhenti menjadi manusia dan menjadi setan. Mengapa manusia yang diberikan karunia akal dan hati begitu mudahnya kehilangan kendali dan menjadi bengis? Hewan saja yang tidak dibekali akal untuk memilih melakukan sesuatu, baik atau buruk (di mata manusia), tidak akan menyiksa apalagi membunuh sesama spesiesnya karena suka atau karena ia dikuasai emosi negatif. Kadang timbul pikiran “enak juga yah jadi hewan yang tidak dapat berbuat dosa namun hanya menjalankan sunatullah”?
Makin kuatlah keinginanku untuk menyelesaikan coretan-coretan kecil mengenai CINTA yang ingin aku sebarluaskan. Niatku hanyalah untuk mengingatkan kita semua bahwa CINTA sudah hampir hilang dari permukaan bumi dan manusia telah menjadi lebih rendah daripada binatang, seperti sudah tertulis dalam Kitab Suci Al Quran.
Biarpun negara tercinta kita Indonesia sudah membuat UU 23 Tahun 2004 yang bertujuan ‘Menghapus Kekerasan Dalam Rumah Tangga’, KDRT tidak akan berkurang dan cenderung bertambah dengan makin majunya teknologi. Manusia saat ini makin beringas. Dia menyakiti, menganiaya, manusia lain yang dia nyatakan sendiri dia cintai, dia kasihi. Apa masuk akal bila kita menyakiti secara fisik dan psikis orang yang kita cintai atau kasihi? Jelas tidak. Perbuatan irasional ini justru sangat disukai Iblis dan pasukan setannya. Makin banyak pemberitaan mengenai kekerasan di bumi ini, makin aku yakini bahwa manusia telah melupakan janjinya pada Allah sebelum rohnya di tiupkan dalam jasad ini.
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (al A’raaf 7:172)
Bila manusia mengakui Allah SWT sebagai Tuhannya, maka sangat tidak masuk logika manusia secara sadar melakukan hal-hal yang mungkar, walaupun manusia mempunyai kemampuan untuk melakukan illogical things (yang tak masuk akal). Dan kalau manusia menyatakan bahwa Allah SWT adalah Tuhannya, maka dia akan berupaya dengan segala kekuatannya sendiri plus kekuatan yang dapat ia peroleh dari Tuhannya (bila diminta) untuk amar maruf nahi mungkar. Pertanyaannya adalah, Apakah kita ini manusia? Are we human?
Setelah banyak merenung, sampailah aku pada kesimpulan bahwa semua kejahatan dan dosa yang terjadi disebabkan karena hubungan komunikasi manusia dengan Penciptanya telah diputus sepihak oleh manusia. Manusia tidak mau menerima lagi Cinta Kasih Allah SWT apalagi membalasnya. Seorang kekasih akan berbuat apa saja demi yang dicintai. Cinta Allah SWT terhadap ciptaannya adalah demikian sempurnanya, walaupun manusia terus menerus mengkhianati CintaNYA, beliau tak pernah mengurangi CintaNYA pada manusia. Bahkan sudah Allah SWT janjikan bahwa sampai saat-saat terakhir hayat dikandung badan manusia masih diberi kesempatan untuk bertaubat yang konsekwensinya adalah diterimanya dia di Surga.
Penulis melalui pegalaman pribadi, pengalaman orang lain, berkesimpulan bahwa CINTA adalah segala-galanya dalam alam semesta ini. Pertanyaannya adalah Cinta jenis apa? Adakah Cinta Sejati? Jawabannya adalah positif. Cinta Sejati ada tetapi kebanyakan manusia belum menemukannya.
Semoga tulisan ini yang hanya mencerminkan pemikiran kecil seorang hamba, yang tak sebanding dengan gagasan-gagasan para pemikir kelas dunia, dapat menggugah sedikit hati para pembaca untuk memutuskan dan mengambil tindakan untuk memenangkan Cinta dan meletakkannya sebagai Dasar Kehidupan. Insya Allah! Bila ada yang bermanfaat dalam tulisan kecil ini itu semua karena berasal dari Allah SWT, tetapi apapun kekurangan-kekurangan yang ada itu adalah kekuranganku semata. (*)

Categories: Cinta

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment